Merasakan wangi Hujan di sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal menjadi penyemangat baru menghadapi dingin dan kerasnya malam.
Membelah genangan air Hujan di susunan konblok tak ideal itu menjadi penutup siang yang penuh keceriaan.
Saat turun Hujan, turun juga keberkahan dari-Nya: Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. 2:22)
Hujan, tahukah kamu, kau pendingin pikiran.
Hujan, tahukah kamu, kau penenang hati.
![]() |
| 2009 |
Hai Hujan, kau mukzizat alam yang paling ia cintai, maka cintailah dia kembali. Jadikanlah tiap tetes airmu yang turun itu pelindung baginya. Hangatkanlah kedinginan yang ia rasakan. Jadikanlah calon istriku itu mampu menghadapi semua tantangan hidupnya, baik ada maupun tidak ada kehadiranku.
Hai Hujan, Terima Kasih.
(sebuah tulisan untuk calon pendamping hidup, semoga ia yang mampu merubah idealisme ayahku, cepat atau lambat)






