3

Hai Hujan, Terima Kasih

Sejak awal bulan terakhir ini, sore tak pernah sepi dari siklus pendek air di Bumi, yaitu Hujan.

Merasakan wangi Hujan di sepanjang perjalanan menuju tempat tinggal menjadi penyemangat baru menghadapi dingin dan kerasnya malam.

Membelah genangan air Hujan di susunan konblok tak ideal itu menjadi penutup siang yang penuh keceriaan.

Saat turun Hujan, turun juga keberkahan dari-Nya: Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. 2:22)

Hujan, tahukah kamu, kau pendingin pikiran.

Hujan, tahukah kamu, kau penenang hati.

2009

Hai Hujan, kau mukzizat alam yang paling ia cintai, maka cintailah dia kembali. Jadikanlah tiap tetes airmu yang turun itu pelindung baginya. Hangatkanlah kedinginan yang ia rasakan. Jadikanlah calon istriku itu mampu menghadapi semua tantangan hidupnya, baik ada maupun tidak ada kehadiranku.

Hai Hujan, Terima Kasih.

(sebuah tulisan untuk calon pendamping hidup, semoga ia yang mampu merubah idealisme ayahku, cepat atau lambat)
1

Zaman Modern: Kebijakan itu Bisnis


Kalau dipikir ulang, kutipan dari Pak Jokowi di atas tentang proyek MRT itu sebuah kebenaran. Kita lihat sekarang, ketergantungan negara maupun daerah kepada swasta mendorong mereka seharusnya lebih mengerti tentang bisnis. Saya tidak menyalahkan ketergantungan tersebut. Namun, ketergantungan tersebut juga harus diiringi dengan kemampuan untuk melihat dampak jangka panjang yang lebih baik.

Dalam bisnis, seperti yang saya pelajarai di matakuliah Pengantar Bisnis, para pemilik bisnis itu mengorbankan uang dan waktu, demi KEUNTUNGAN. Pemerintah tidak bisa terus berputar ditengah lilitan hutang yang sampai sekarang angka "nol"-nya saja masih sulit dihitung dengan mata saja. Tentu untuk sembuh dari penyakit hutang ini, kita perlu memainkkan aspek-aspek tertentu, salah satunya: BISNIS.

Aparatur pemerintah seharusnya juga dibekali dengan kemampuan pengelolaan bisnis yang tepat. Proyek/kebijakan yang akan dilaksanakan/diambil harus mulai mengedepankan pula aspek bisnis, tentu dengan tetap menjaga aspek pelayanan masyarakatnyanya.  Setidaknya mereka tau, bagaimana swasta  bekerja? Selanjutnya dengan pelatihan lebih lanjut, diharapkan mereka dapat mengidentifikasi: Bagaimana pemerintah tetap dapat memegang kendali yang sesuai? Dan bagaimana mereka memastikkan proyek/kebijakan ini tetap menjadikan kepentingan masyarakat luas sebagai ujung tombaknya?

Menurut saya, perbaikan sistematika cara berpikir bisnis ini sebuah keharusan. Semoga contoh dari Pak Jokowi tadi mampu menjadi cambuk pengelolaan pusat dan daerah, demi kehidupan anak-cucu kita yang sehat dari belitan hutang dan ketidakpastiaan.
0

Statuta UI: Peternakan Sapi Perah

Kamus Besar Bahasa Indonesia (daring, diakses 30 Oktober 2012)
sta·tu·ta n anggaran dasar suatu organisasi (msl perguruan tinggi)
(KBBI aja sudah sadar, istilah "statuta" akan digunakan di perguruaan tinggi, di mulai dari perguruaan tinggi milik bangsa ini, Universitas Indonesia)

Statuta UI menjadi patokan bagaimana UI beroperasi, mengeluarkan kebijakan, dan lain-lain. Statuta UI ini menjadi anggaran dasar bagaimana UI mendapatkan orang-orang terpilih yang akan di-"gojlok" di dalamnya, siapa yang me-"gojlok", dan pendanaan pe-"gojlok"-an tersebut.

Mahasiswa, apa peran mahasiswa di UI? Menurut draft Statuta UI per tanggal 25 Oktober 2012 pasal 1, Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di UI. Tapi kalau kita pelajari lebih lanjut, sepertinya tugas kita bukan itu, kita juga berperan sebagai "sapi perah" yang dapat seenaknya diambil "susunya" demi terjaminnya isi "gentong susu" milik UI.

Sistem Softloan, sistem yang memperbolehkan UI hanya meminjamkan uang dengan sistem kredit lunak kepada mahasiswa kurang mampu setelah "kuota" beasiswa terlewati. Yang mana "kuota" ini pun tidak ditentukkan secara jelas di draft Statuta ini. Softloan ini yang akan menjadi beban calon adik-adik kita (atau bahkan ekstremnya, teman-teman kita yang harus mengubah sistem BOP-Bnya ke sistem pinjaman ini).
Mari kawal perumusan #StatutaUI! 
Statuta ini dapat menjadi awal kemajuaan yang merakyat dari sistem pendidikan tinggi di Indonesia, 
atau 
menjadi awal kehancuran cita-cita bangsa kita, mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kanal info Twitter Pusgerak BEM UI: @bemui_change dengan tagar #StatutaUI

Lampiran:
Draft Statuta UI per tanggal 25 Oktober 2012: https://www.box.com/s/m2kga2ajy0bshps8ualc
 
Copyright © abenteuer